15+ Tips Belajar Coding Otodidak untuk Pemula (Wajib Tahu)

Belajar coding Otodidak merupakan salah satu keterampilan yang semakin populer di era digital saat ini.

Khususnya untuk kamu pemula yang masih duduk di bangku sekolah, atau mahasiswa yang memilih jurusan kuliah Teknik Informatika (IT).

Nah, pada artikel kali ini akan dijelaskan tentang cara belajar coding otodidak untuk Pemula. Simak artikel ini untuk tahu langkah-langkahnya dengan mudah dan jelas.

Apa Itu Coding?

Sebelum itu, mari kita definisikan apa yang dimaksud dengan “coding.”

Coding adalah proses menulis, menguji, dan memperbaiki perangkat lunak komputer , aplikasi website, dan aplikasi mobile.

Aktivitas coding, melibatkan penggunaan bahasa pemrograman untuk menciptakan suatu program yang berfungsi, dan siap untuk digunakan.

Jadi dengan bahasa pemrograman, kita memberikan instruksi kepada komputer untuk melakukan input, proses dan output.

Kenapa Harus Belajar Coding?

Belajar coding memiliki manfaat yang luar biasa.

Ini memungkinkan kamu untuk mengembangkan aplikasi, situs web, atau perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan kamu.

Selain itu, coding adalah keterampilan yang sangat dicari di pasar kerja saat ini.

Everybody in this country should learn to program a computer, because it teaches you how to think

-Steve Jobs

Cara Belajar Coding Otodidak

Berikut beberapa cara belajar coding secara otodidak, yang perlu kamu ketahui:

Lihat Juga:  15+ Jenis Bahasa Pemrograman dan Contohnya (Terpopuler)

1. Memilih Bahasa Pemrograman

Pertama, kamu perlu memilih bahasa pemrograman yang ingin kamu pelajari.

Terdapat berbagai macam atau jenis bahasa pemrograman yang ada di dunia.

Bahasa pemrograman yang populer termasuk Python, JavaScript, dan Java.

2. Tentukan Tujuan

Pastikan kamu mentukan tujuan belajar coding otodidak untuk apa.

Pilih salah satu bahasa pemrograman yang sesuai dengan minat dan tujuan kamu.

Misal kamu bisa pilih bahasa permograman seperti Java, atau Kotlin yang termasuk ke dalam bahasa pemrograman Tingkat Tinggi.

Kamu bisa buat dan mengembangkan aplikasi Android.

3. Cari Referensi Online

Ada banyak referensi dari website secara online yang dapat membantu kamu belajar coding otodidak.

Platform seperti Codecademy, Udacity, dan Coursera menyediakan kursus online secara gratis untuk belajar programming otodidak.

3. Tutorial YouTube

YouTube adalah teman baik kamu dalam perjalanan belajar coding.

Ada ribuan tutorial video yang menjelaskan konsep-konsep coding dengan cara yang mudah dipahami.

4. Belajar Bahasa Inggris

Karena banyak tools dan IDE dalam bahasa pemrograman yang ditulis dalam Bahasa Inggris.

Pastinya kemampuan berbahasa Inggris akan sangat membantu dalam belajar coding.

Meskipun hanya pasif, artinya kita mampu membaca dan mendengar pembicaraan bahasa Inggris.

Selain itu, sebagian besar tutorial pemrograman juga tersedia dalam Bahasa Inggris,.

Sehingga akan membuat proses belajar pemrograman mandiri menjadi lebih mudah.

5. Buku dan Dokumentasi

Buku dan dokumentasi juga merupakan referensi yang masih berguna.

Kamu dapat membeli buku pemrograman atau mengakses dokumentasi bahasa pemrograman secara online.

6. Praktek Setiap Hari

Belajar Coding adalah tentang bagaimana memecahkan masalah.

Cobalah untuk memecahkan masalah coding sehari-hari. Ini akan membantu kamu memahami konsep dan fundamental bahasa pemrograman dengan lebih baik.

Lihat Juga:  10+ Contoh Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi dan Rendah

7. Bergabung dengan Komunitas Coding

Bergabunglah dengan komunitas pengembang lokal atau online. Kamu bisa join di Grup Facebook, tentang bahasa coding yang sedang kamu pelajari.

Ini akan memberi kamu kesempatan untuk bertanya, berkolaborasi, dan belajar dari sesama pengembang atau developer yang sudah berpengalaman.

9. Tetap Termotivasi

Belajar coding bisa sulit, tetapi tetap termotivasi adalah kunci keberhasilan. Tetapkan tujuan, pantau progress kamu setiap harinya.

10. Proyek Pribadi

Cobalah buat proyek pribadi kecil-kecilan yang dapat mengasah skill coding kamu.

Ini akan memberi kamu kesempatan untuk mengimplementasikan apa yang kamu pelajari.

11. Berlangganan Berita dan Blog

Berlangganan newsletter dan blog tentang perkembangan terbaru dalam dunia coding. Ini akan membantu kamu tetap up-to-date.

12. Minta Masukan

Jangan takut untuk bertanya dan meminta masukan dari pengembang berpengalaman, yang ada di komunitas online.

13. Kejar Karir

Meskipun belajar coding bisa secara otodidak tanpa perlu gelar pendidikan.

Jika kamu tertarik untuk mengejar karir dalam coding, kamu bisa pertimbangkan untuk mengikuti kursus lanjutan atau meraih gelar dalam ilmu komputer.

14. Networking

Networking adalah bagian penting dari dunia coding. Cobalah untuk membangun jaringan dengan profesional di industri ini. Contohnya seperti platform LinkedIn.

15. Terapkan Prinsip Debugging

Pelajari cara mencari dan memperbaiki bug dalam kode kamu. Kamu bisa membuka website Stackoverflow, jika kamu mengalami stuck atau masalah pada kode kamu.

Alternatif lainya kamu bisa menggunakan ChatGPT untuk memeriksa apakah ada yang salah dengan kode kamu.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pengembang yang kompeten?

Waktu yang dibutuhkan tergantung dan bervariasi, tetapi dengan praktek yang konsisten, kamu apat mencapai tingkat kompetensi dalam beberapa bulan hingga tahun.

Apa bahasa pemrograman yang paling mudah dipelajari untuk pemula?

Python sering dianggap sebagai bahasa pemrograman yang paling mudah dipelajari untuk pemula karena sintaksisnya yang mudah dimengerti.

Nah itulah dia informasi tentang cara belajar coding otodidak untuk pemula. Semoga bisa membantu jadi referensi.

  Artikel Terkait

belajar struktur data dan algoritma

Belajar Struktur Data dan Algoritma (Pengenalan Dasar)

jenis-jenis bahasa pemrograman dan contohnya

15+ Jenis Bahasa Pemrograman dan Contohnya (Terpopuler)

contoh bahasa pemrograman tingkat tinggi dan rendah

10+ Contoh Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi dan Rendah

Fathurrahman

Fathurrahman adalah seorang penulis dan blogger dari Teknoding.com yang berfokus pada bidang teknologi. Dia memiliki pengalaman selama 5 tahun dalam menulis artikel tentang berbagai aspek teknologi,